450 Merek Waralaba Dari 22 Negara Bakal 'Unjuk Gigi' di Indonesia

27 Sep 2018

Konferensi pers waralaba dan franchise expo 2018 (istimewa)

JawaPos.com - Reed Panorama Exhibitions akan menyelenggarakan pameran waralaba dan kebutuhan kafe terbesar di Indonesia dengan menghadirkan 450 brand terbaik industri waralaba dan produk kebutuhan usaha kafe dari 22 negara dalam acara Indonesia’s Biggest Business Expo 2018.

Kegiatan ini bekerjasama dengan berbagai Asosiasi, lembaga dan komunitas terkait seperti Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI), Specialty Coffee Association of Indonesia (SCAI)/Asosiasi Kopi Spesialti Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI), Indonesia Latte Art Artis (ILAA), Komunitas Koperasi Kopi Indonesia (KOKOPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jaya, Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO), Association of Indonesian Specialty Tea (Aistea) dan Teh institute.

Serta didukung penuh oleh Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah, Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) dan Kamar Dagang & Industri (KADIN) Indonesia.

General Manager dari Reed Panorama Exhibitions Steven Chwee, mengatakan pertumbuhan bisnis Industri Waralaba dan Kafe di Indonesia sangatlah pesat. Kemajuan teknologi dan beragam inovasi mendorong pelaku industri untuk membentuk suatu wadah guna saling bertemu, berpromosi dan bertukar pikiran baik antar pelaku maupun pemerintah selaku regulator.

"Oleh karena itu, melalui penyelenggaraan event ini, kami berharap dapat memberikan satu platform terbaik bagi industri untuk saling bertemu dan berdiskusi guna menghasilkan solusi terbaik demi perkembangan bisnis waralaba dan cafe di Indonesia sekaligus mendorong brand lokal untuk terus mengembangkan bisnisnya ke seluruh Indonesia dan Regional," ujarnya di Jakarta, Kamis (27/9).

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan Levita Supit mengatakan perkembangan brand waralaba lokal sangat baik. Kemajuan teknologi seperti digital marketing membantu para pengusaha waralaba dalam mempromosikan bisnisnya. Selain itu dukungan yang diberikan oleh pemerintah turut mendorong perkembangan industri ini.

"Kami optimis mampu menghadirkan satu wadah yang tepat bagi para pelaku usaha waralaba (franchisor) untuk bisa bertemu langsung dengan calon franchiseenya, sehingga mereka bisa mengenal lebih baik mengenai bisnis yang diminati, selain itu dengan banyaknya brand yang hadir dapat memberikan keleluasaan bagi para investor memilih usahanya yang sesuai dengan minat dan modal yang dimiliki. Kami juga memberikan konsultasi gratis bagi para pemilik modal untuk membantu menentukan pilihan usaha waralaba yang baik dan cocok dengan minat mereka sehingga mengurangi resiko kegagalan," kata Levita.

Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Perdagangan Benny Soetrisno mengungkapkan, KADIN Indonesia berkomitmen untuk mendorong dan menciptakan iklim usaha yang positif bagi industri waralaba dan cafe sehingga mampu berkontribusi pada pertumbuhkan ekonomi nasional.

"Kami juga senang melihat begitu banyak peluang untuk melahirkan pengusaha waralaba baru dari berbagai sektor, termasuk cafe, serta e-commerce. Hal ini sejalan dengan program pemerintah yaitu menjadikan brand lokal yang dapat go international," jelas Benny.

Source : jawapos.com

We use cookies to operate this website and to improve its usability. Full details of what cookies are, why we use them and how you can manage them can be found by reading our Privacy & Cookies page. Please note that by using this site you are consenting to the use of cookies.